Apakah Personal Branding Dan Manfaatnya?

personal branding

Sebetulnya apakah itu personal branding, apa maksudnya, serta bagaimanakah cara lakukan marketing diri?

Arti “personal branding” cukup sering kali dipakai dalam usaha pembangunan citra seorang public figure, baik itu politikus, pembicara, figur pengajaran, figur pebisnis, dan sebagainya.

Apa Itu Personal Branding

Pada umumnya, pemahaman personal branding ialah satu usaha mempromokan diri serta karier seorang jadi brand dengan membuat citra diri hingga memperoleh keyakinan dari warga umum.

Opini lain menjelaskan, individual branding ialah bagaimanakah cara seorang mengenalkan atau dikenalkan dianya ke publik umum.

Jadi, individual branding bisa menolong seorang untuk meningkatkan diri serta kukuhkan dianya jadi seorang yang mempunyai kewenangan di bagian atau industri spesifik.

Ada 2 tipe personal branding, yaitu;

  • Alami (natural), yakni proses personal branding yang berlangsung dengan alamiah tiada diakui orang yang melakukan.
  • Bikinan (by design), yakni proses personal branding yang dibikin dengan menyengaja dengan arah tertentu.

Pada intinya, individual branding mempunyai tujuan untuk membuat rekam jejak seorang di bagian-bagian spesifik hingga dipandang mempunyai kewenangan di bagian-bagian itu.

Sesudah mengenali apakah itu personal branding, di bawah ini ialah beberapa bagian utama yang memengaruhi proses marketing diri:

  1. Elemen Penting

Nilai Unggul (Value)

Tiap orang mempunyai nilai unggul atau kelebihan dalam dianya di bagian spesifik. Tetapi, sering ada juga orang yang tidak mengetahui nilai unggul dalam dianya hingga tidak bisa munculkan personal branding mereka.

Langkah yang termudah untuk mengenali atau munculkan nilai unggul seorang dengan berlatih dengan stabil hingga bisa mengoptimalkan kekuatan diri.

Ketrampilan (Skill)

Tiap pribadi tentu saja mempunyai ketrampilan, kekuatan, serta kelebihan dalam dianya di bagian spesifik. Supaya ketrampilan itu bisa berkembang, karena itu seorang harus konsentrasi di kelebihan bukan di kekurangan.

Baca Juga  Perlukah Animasi Sosial Media Untuk Bisnis?

Tingkah Laris (Behaviour)

Perilaku seorang akan memberi suport pada tiap faktor yang pengin diperlihatkan di pada diri seorang. Dalam kata lain, bila perilaku seorang positif karena itu hasilnya akan positif, demikian juga.

  1. Elemen Simpatisan

Performa Diri (Appearance)

Ada pepatah menjelaskan “jangan memandang buku dari sampulnya”. Tetapi pada umumnya, beberapa orang akan memerhatikan performa seorang sebab adalah representasi diri seorang, apa dia orang yang rapi, simpel, dan lain-lain.

Jadi dalam proses marketing diri, performa seorang adalah hal yang penting jadi penilaian awalnya.

Kekhasan Diri (Uniqueness)

Tiap pribadi mempunyai kekhasan tertentu yang memperbedakannya sama orang lain. Dalam proses marketing diri kekhasan itu suatu hal yang terkait dengan personalitas serta ketrampilan seorang yang tidak dipunyai oleh seseorang.

Orisinalitas Diri (Authentic)

Dalam soal ini, orisinalitas diri kita adalah identitas orisinal seorang yang unik. Dalam proses individual  branding, seorang harus memperlihatkan orisinalitas dirinya, jangan mengada-ada.

apakah branding

Peranan serta Arah Marketing Diri

Arah Marketing Diri

Seorang yang lakukan personal branding tentu saja ada suatu hal yang diinginkan, misalkan memperoleh keyakinan dari publik. Merujuk di definisinya, di bawah ini ialah fungsi-fungsi serta arah marketing diri:

  • Mengenalkan serta pertajam citra diri seorang ke warga umum, atau yang kita mengenal dengan panggilan pencitraan.
  • Membuat seseorang makin gampang mengingat mengenai seorang public figure serta bagian kepiawaiannya.
  • Membuat integritas seorang di mata warga umum.
  • Tumbuhkan rasa yakin publik pada seorang public figure.

memulai personal branding

Contoh Individual Branding

Terdapat beberapa public figure yang diketahui warga lewat beberapa hal yang ditangani atau dilakukan. Di bawah ini ialah contoh-contoh personal branding:

  • Jokowi: Presiden merakyat
  • Gusdur: Bapak pluralis
  • Soeharto: Bapak pembangunan
  • Soekarno: Bapak proklamator
  • Ki Hadjar Dewantara: Bapak pendidikan nasional
  • Mohammad Hatta: Bapak koperasi Indonesia
  • Anne Ahira: Guru internet marketing
  • Asma Nadia: Penulis novel dan cerpen Indonesia
  • Atta Halilintar: YouTuber
  • Nadiem Makarim: Gojek
  • William Tanuwijaya: Tokopedia
  • Elon Musk: Tesla
  • Jack Ma: Alibaba
  • Timon Adiyoso: Blogger asal Samarinda
  • Auguste Comte: Bapak sosiologi
  • Herodotos: Bapak sejarah
  • Dan lain sebagainya
Baca Juga  Apa Itu Copywriting dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Selain yang disebutkan di atas masih ada banyak sekali contoh personal branding yang terdapat pada diri seseorang berdasarkan keahlian atau hal-hal yang dikerjakannya.

Menaikkan personal branding bisa dilakukan dengan digital marketing. Tentunya dengan dibantu jasa pembuatan konten yang berpengalaman seperti Tukang Kata Kata, Anda lebih mudah membangun personal brand Anda sendiri.