5 Cara Praktis Bikin Konten Corporate Branding

Corporate branding merupakan jenis pemasaran menggunakan nama perusahaan untuk merek produk serta menjamin kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan.

Nah, sama seperti konten untuk personal branding, konten corporate branding juga harus profesional dan berkualitas. Biar konten marketing bisa menarik, ada beberapa strategi pemasaran yang harus kamu penuhi.

 

Buat konten corporate branding berkualitas sesuai trend

Konten berkualitas untuk perusahaan tentu membutuhkan waktu untuk dibuat. Pastikan konten tersebut sesuai dengan trend pada mesin pencari. Gunakan hal yang sedang trending saat ini untuk konten relevan dengan bisnis atau jasa yang kamu tawarkan.

Misalnya, untuk bisnis yang menawarkan produk Skin Care, berarti kamu harus mencari informasi berita bahaya skin care abal-abal. Kemudian, tawarkan bahwa hal tersebut nggak bakalan terjadi kalau para pembeli menggunakan produk skin care dari perusahaan kamu.

corporate branding

Ketahui target audience

Dengan mengetahui siapa target audiens kamu, maka kamu bisa membuat konten untuk perusahaan sesuai dengan kebutuhan mereka. Buatlah konten-konten yang menghibur serta mengubah pola pikir audiens supaya konten tersebut juga dapat menciptakan image brand yang baik perusahaan kamu.

Masing-masing audiens juga memiliki lokasi geografis, pendapatan, serta karakteristik yang berbeda. Jadi, posisikan diri kamu sebagai audiens dan pahami motivasi yang mereka miliki.

Misalnya, bergerak di bidang jualan gadget. Artinya, kamu adalah mereka yang berusia 14 sampai 40 tahun. Merupakan orang-orang pentingnya teknologi. Sehingga, konten untuk corporate branding yang dapat kamu buat harus mencerminkan tentang pentingnya teknologi saat ini.

Pastikan bahwa dalam konten tersebut masyarakat dapat mengerti informasi teknologi terkini, dan fungsi gadget yang kamu jual. Dengan membuat konten marketing seperti ini, kamu dapat meningkatkan minat para audiens.

Baca Juga  Video Instagram 101: Penjual Online Wajib Baca!

 

corporate branding strategy

Perbarui konten

Adalah hal benar jika kamu berpikir bahwa setiap konten harus original. Dengan memperbarui konten, kamu bisa membuat sesuatu lebih menarik.

Mengapa?

Karena setelah informasi lama muncul dengan tampilan yang lebih segar dan berbeda, justru bisa menghemat waktu. Kamu nggak butuh konten baru, informasi juga tetap sama, tapi audiens lebih tertarik.

Konten harus dipromosikan serta didistribusikan

Walaupun kamu sudah membuat konten, itu aja nggak cukup. Langkah berikutnya yaitu bagaimana supaya konten tersebut terdistribusi secara baik dan dapat sampai ke audience.

Ada banyak cara untuk mendistribusikan konten. Kamu bisa menggunakan Digital marketing melalui sosial media, website, atau channel promosi lain. Kamu juga harus memastikan bahwa seluruh konten terdistribusi secara rutin supaya lebih banyak audiens yang merasa betah.

corporate branding identity

Cari tahu apa tujuan bisnis kamu

Corporate branding melalui konten juga sangat membutuhkan tujuannya jelas. Enggak cukup dengan riset, tapi kamu juga harus tahu bagaimana caranya supaya tujuan dengan meningkatkan penjualan tersebut dapat tercapai sesuai proses dan rencana.

Ada banyak tahapan dalam membuat konten marketing sehingga hasilnya menarik dan pembuatannya juga secara berkala supaya dapat meningkatkan penjualan sebagai hasil akhir. Jadi, ketika kamu membangun konten marketing, mungkin adalah untuk memperoleh lebih banyak target audiens.

Pada tahap berikutnya semakin banyak orang yang tahu tentang apa apa bisnis kamu, siapa kamu, company profile kamu, dan lainnya.

Jadi, adanya brand awareness atau corporate branding tadi, tujuan untuk meningkatkan penjualan dapat kamu mulai. Artinya, kamu bisa membuat konten berupa promo dan lainnya.

Setelah membuat konten untuk marketing bisnis lebih menarik, sebutkan audiens bermunculan dan bisa menjadi target konsumen yang cukup potensial untuk bisnis kamu.

Baca Juga  Jasa Branding dan Manfaatnya Untuk Bisnis

Tujuan akhir dari corporate branding dalam bentuk content adalah penjualan yang meningkat. Namun, hal itu nggak langsung terjadi karena juga membutuhkan sumber daya bisnis yang mendukung.